Sungai Darah Naluri (31)
Novel: Yant Kaiy Semua insan tahu akan dosa namun dari terlalu biasanya mereka melahap , menganulir, menindas segala yang nampak tidak baik bagi tata pembangunan, hingga korban pun berjatuhan di tanah merdeka dalam membela h a knya. Aku pun merasa kelu dalam memvonis se suatunya lantaran aku tak mempunyai secuil kuasa di atasnya selain harga diri di depan kebenaran, tetapi bukannya aku mengingkari kekejian itu , karena hati nu raniku tak dapat dibohongi sedetik pun, apa daya dayaku . Aku justru berfikir lebih kritis tentang suasana memprihatin kan apalagi menyangkut semacam penindasan oleh aparat pemerintah tidak bertanggung jawab, cuma ingin menangnya sendiri dalam mengambil keputusan dan sikap yang totaliter, dan semuanya digemakan lewat pengeras suara dengan diembel - embeli keadilan bagi semua pihak. Lewat koran pembungkus nasi goreng aku menemukan kepastian tentang perka m pungan kumuh mengalami nasib penggu s uran itu, sebuah potret orang - orang penting berjabat t...