Postingan

Nasib Petani Tembakau, Siapa Peduli

Gambar
Muhammad Amsu (Foto: Yant Kaiy) Apoymadura, Sumenep -   Di sisi selatan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, tepatnya di Dusun Sempong Barat dan Sempong Timur, mayoritas masyarakatnya bekerja bercocok tanam. Di samping itu, sebagian dari mereka bekerja di laut, menjadi nelayan. Setiap musim tanam tembakau kedua dusun ini tidak ketinggalan warganya menanam tembakau. Mereka mencoba mencari keberuntungan pada tanaman untuk konsumsi rokok ini, walau tahun kemarin harga tembakau rajang cukup murah. “Tahun ini saya menanam tembakau tidak lebih dari 4.000 pohon. Tapi karena harga tembakau rajang masih murah, terpaksa saya menunda dulu memanennya,” terang Muhammad Amsu, warga Dusun Sempong Barat kepada apoymadura.com. Sabtu (22/8/2020). Ketika ditanya tentang harga tembakau rajang per kilonya saat sekarang, ia mengatakan tidak lebih dari Rp 20.000,- “Kabarnya gudang pabrikan rokok masih belum buka. Saat ini yang membeli tembakau rajang adalah pedaga...

Karya Terbaru Gambar Literasi Jasimul

Gambar
Lukisan dinding karya Akhmad Jasimul Ahyak di SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan Sumenep Apoymadura, Sumenep – Perupa dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, Akhmad Jasimul Ahyak, dalam lukisan dinding literasi SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan Sumenep lebih banyak memilih tema alam dan lingkungan bersih. “Dalam gambar literasi dinding di SDN Padangdangan II ini, kali ini saya ingin memberikan pesan moral terhadap murid-murid di sini, bahwa lingkungan bersih itu sangat penting untuk tetap dijaga keberadaannya. Menanamkan pola hidup bersih bagian edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan,” terang Jasimul kepada apoymadura.com. Jumat (21/8/2020). Ia menambahkan, kedisiplinan merupakan modal utama dalam banyak hal supaya kepribadian seorang anak mencintai lingkungannya seperti mencintai dirinya sendiri. (Yant Kaiy)

Terlanjur

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Kuakui dia cantik, muda, menggairahkan, penuh senyum menggoda. Tapi dia tetap menganggapku sebagai gurunya. Cintanya sebatas itu terhadap hasrat diri. Dan aku tak bisa mengelak ketika hujan cinta menyiksa malam-malam berhalimunku. Tatkala kupegang tangannya, dia menundukkan kepalanya. Ketika kuraih lehernya, dia bergeming hingga desah nafasnya menyentuh darah syahwatku. Setelah kubaui keperawanannya, kami tak menyesal dalam kenikmatan membuncah. Namun di dasar kalbuku, virus penyesalan membombardir alam sadarku. Dia seperti darah dagingku.[] Pasongsongan, 27/8/2020

Kiai Haji Ismail Macan Madura

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas respons netizen terhadap video yang saya unggah di salah satu sosial media. Dalam video itu berisi ceramah Kia Haji Ismail Macan Madura tentang Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Respons para netizen bukan terhadap kandungan ceramah da’i yang berasal dari Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep tersebut, melainkan atensi mereka terhadap imbuhan nama ‘Macan Madura’. Mayoritas orang di Pulau Garam Madura sudah pernah menyaksikan aksi panggung ceramah Kiai Haji Ismail. Dalam siraman rohani beliau seringkali menyisipkan tembang-tembang Macapat Madura yang diambil dari petuah bijak Wali Songo terhadap para santrinya. Maka wajar pula kalau para pengagum (penggemar) beliau kemudian menyisipkan imbuhan ‘Tembang Pamungkas’ di belakang namanya. Beliau tidak keberatan. Baru-baru ini Kiai Haji Ismail mendapat label baru di belakang namanya, ‘Macan Madura’ setelah seringkali beliau diundang mengisi pengajian agam...

Dirgahayu RI ke-75

Gambar
Upacara HUT RI berlangsung secara virtual di Kantor Kecamatan Pasongsongan-Sumenep Catatan: Yant Kaiy Pada 2020 kali ini HUT RI dirayakan bukan lagi di lapangan terbuka seperti biasanya. Nuansa semarak pun tak menghias sudut-sudut perkampungan lazimnya. Padahal tahun kemarin pernak-pernik perhelatan lomba seni dan budaya serta olahraga, kompetisi kreativitas humoris para orang tua, adu bakat serius oleh kaum muda tergelar penuh semarak. Bahkan anak-anak kecil juga turut serta menunjukkan kebolehannya dan keluguannya di depan publik. Mereka terlibat dalam suasana suka cita bersama orang-orang sekitarnya. Menyatukan bingkai persatuan dalam irama perbedaan. Meretas sakwa sangka diantara lingkungan nan heterogen. Out putnya ternatal harmonisasi pada altar jalinan kasih sayang sebagai anak bumi pertiwi. Dengan sukarela rakyat bahu-membahu menggelar kegiatan kebangsaan sebagai implementasi dari adanya jiwa nasionalisme. Mereka merdeka mengaplikasikan perasaan bahwa dirinya b...

Gambar Literasi SD Karya Jasimul

Gambar
Akhmad Jasimul Ahyak dengan latar lukisan literasi SDN Padangdangan II Apoymadura, Sumenep - Perupa dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura, Akhmad Jasimul Ahyak kembali mendapat kepercayaan untuk menggambar literasi dinding SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan. Sebelumnya Jasimul sudah menyelesaikan lukisan literasi dinding SDN Pasongsongan I dan SDN Pasongsongan IV beberapa hari yang lalu. “Setelah rampung literasi dinding ini, saya akan pindah ke SDN Padangdangan II. Kemudian saya kembali mendapat undangan dari seseorang akan mendekorasi lukisan di rumahnya,” ujar Jasimul panggilan akrabnya kepada apoymadura.com. Rabu (19/8/2020). Lukisan literasi karya Akhmad Jasimul Ahyak di SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. Ketika ditanya tentang tantangan melukis literasi dinding sekolah, lelaki berusia hampir kepala lima ini mengatakan, bahwa tantangan terberat adalah menghilangkan rasa bosan. ”Rasa bosan itu ada kalau dalam me...

Memperingati Kemerdekaan RI di Pasongsongan

Gambar
Memperingati HUT RI di Kantor Kecamatan Pasongsongan Catatan: Yant Kaiy Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2020 kali ini dirayakan secara terbatas di Kantor Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Seiring bangsa Indonesia masih dalam suasana bayang-bayang hitam pandemi Covid-19. Tentu semua rakyat di bumi nusantara harus menaati ketetapan (keputusan) pemerintah lewat himbauan dan surat edarannya. Ini wajar karena penguasa mempunyai sudut pandang berbeda dengan rakyat di pelosok terpencil kalau Covid-19 menjadi ancaman serius bagi kesehatan segenap lapisan masyarakat. Namun sebagian besar masyarakat di Pasongsongan mulai tidak takut lagi dengan hantu gentayangan Covid-19. Seakan ada perasaan tidak percaya mulai menggelayuti alam pikiran kaum jelata. Karena tampak jelas dari perilaku mereka yang tetap beraktivitas seperti biasanya. Malam hari di Kantor Kecamatan Pasongsongan Akan tetapi ada pula dari mereka yang mempunyai perspektif l...