Postingan

Fenomena OMGB di Sumenep

Gambar
Opini: Yant Kaiy Orang Madura, khususnya orang Sumenep adalah pekerja ulet dan tekun. Pantang menyerah sebelum sukses dalam genggaman. Sesuai dengan falsafahnya: Abantal omba’ asapo’ angin, alako barra’ apello koneng . (berbantalkan ombak berselimut angin, bekerja keras berkeringat kuning). Artinya, mereka kalau sudah bekerja akan selalu fokus pada pencapaian diri. Di perantauan mereka mampu lebih baik dalam kesejahteraan ketimbang berada di tanah kelahirannya. Di rantau mereka berperilaku hidup cukup sederhana, mengebiri kesenangan sesaat demi cita-cita mulia.  Terbukti ikhtiar ini bisa mengantarkannya pada raihan sukses tak terelakkan. Tapi berbanding terbalik di tanah asalnya. Mayoritas kalangan sarjana baru lulus lebih memilih jadi tenaga kerja sukwan di kantor pemerintah dan beberapa di lembaga pendidikan, baik negeri atau swasta. Seolah tidak ada pilihan baginya bekerja di bidang lain agar taraf hidupnya bisa lebih baik. Padahal mereka tahu kalau bayaran te...

Biografi Hairul Anwar Masa Kecil (Bagian 1 dari 8 Tulisan)

Gambar
Hairul Anwar, owner Goa Soekarno Pasongsongan-Sumenep Catatan: Yant Kaiy Tulisan ini sebagian besar diambil dari beberapa artikel dan opini di website www.apoymadura.com tentang biografi Hairul Anwar, cerita suka-duka ketika di bangku sekolah, latar belakang keluarga, lingkungannya dimana ia lahir dan beranjak dewasa, dan pernak-pernik kisah perjalanan yang tak terkuak ke ranah publik tentang Hairul Anwar dimasa kecil. Semua akan tersaji sangat detail berdasar wawancara penulis terhadap beberapa teman sekolah, kawan bermain, kerabat, dan keluarga besar Hairul Anwar. Selama ini sebagian besar media massa hanya membidik biografi kehidupan dia saat berada di puncak kesuksesannya sebagai pengusaha di Kota Keris Sumenep. Perhatian masyarakat tercurah padanya lantaran dedikasi Hairul Anwar terhadap kaum lemah tidak setengah hati. Sensitivitas empati dia sungguh luar biasa. Potret kepeduliannya sudah termuat di banyak media massa. Tidak bijak rasanya dalam mengupas sosok Ha...

Shalat Idul Fitri di Masjid Jamik Al-Akbar

Gambar
Suasana pelaksanaan shalat Idul Fitri di Masjid Jamik Al-Akbar Desa Pasongsongan. Apoy Madura, Sumenep – Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di Masjid Jamik Al-Akbar, Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, dimulai jam 07.00 WIB. Bertindak selaku khotib Kiai Haji Ahmad Rifa’i, Lc, imam shalat Kiai Haji Ahmad Subaidi, dan bilal Kiai Muhammad Mas’ad. Dalam khutbah Idul Fitri, Kiai Haji Ahmad Rifa’i, Lc menekankan pentingnya takwa kepada Allah dalam situasi dan kondisi apa pun. Apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang dalam pandemi Covid-19. Penting bagi masyarakat untuk mengindahkan semua anjuran pemerintah tentang hal pencegahan dan penularan virus corona. “Memang semua makhluk akan meninggal dunia. Semua itu adalah ketentuan dari Allah. Namun ikhtiar juga merupakan kewajiban bagi umat manusia agar selamat dari musibah ini,” tegasnya di hadapan ratusan jemaah shalat. Dalam pantauan apoymadura.com, shalat Idul Fitri di masjid tertua d...

Jalan Astah Syekh Ali Akbar

Gambar
Kadus Pakotan, Ahmad Shonhaji (kiri) bersama Yant Kaiy Apoy Madura, Sumenep – Atas inisiatif Ahmad Shonhaji, Kepala Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, mencanangkan jalan menuju Astah Syekh Ali Akbar akan dibangun dan dilebarkan. Rencana itu telah disusun untuk dimusyawarahkan di forum para keturunan Syekh Ali Akbar sehabis lebaran Idul Fitri nanti. “ Saya bersama para keturunan Syekh Ali Akbar telah menghubungi para pemilik tanah yang akan dilalui jalan menuju astah. Mereka semuanya telah sepakat mendukung pembangunan jalan itu,” terang Ahmad Shonhaji kepada apoymadura.com di rumahnya. Sabtu (23/5/2020) Kadus Pakotan ini juga menambahkan, bahwa para pemilik tanah mengikhlaskan 1,5 meter tanahnya untuk dipakai jalan. Ia juga belum memastikan, apakah sarana jalan itu akan menggunakan paving atau aspal. Kesepakatan itu semuanya akan diserahkan pada forum. Orang sudah banyak tahu kalau Astah Syekh Ali Akbar adalah peninggalan sejarah yang keberad...

M.S. Arifin Mengucapkan Idul Fitri

Gambar
CEO Therapy Banyu Urip International, MS.Arifin (dua dari kiri) Apoy Madura, Yogyakarta - Lewat sambungan telepon MS. Arifin dan keluarga besar Therapy Banyu Urip International menyampaikan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441” kepada semua pembaca apoymadura.com. Lelaki kelahiran Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura ini tidak bisa mudik karena ada larangan pulang kampung di tengah pandemi Covid-19. Untuk itulah penyampaian “Selamat Berlebaran” merupakan sarana pengganti silaturrahmi dirinya kepada semua pihak, terutama kepada keluarga di tanah kelahirannya.   Bingkisan yang telah disalurkan. “Terima kasih kepada media online apoymadura.com yang telah banyak berpartisipasi mengawal pengobatan alternatif kami. Semoga kita sama-sama diberi kesehatan dan murah rejeki,” ujar CEO Therapy Banyu Urip International, MS. Arifin. Sabtu (23/5/2020). Sepuluh akhir Ramadhan kemarin,  keluarga besar MS. Arifin menyalurkan zakat fitrah mencapai 1,080...

Idul Fitri dan Hairul Anwar

Gambar
Opini: Yant Kaiy Lewat media sosial yang ditujukan pada akun pribadi saya, bos CV Madura Energi Hairul Anwar mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!” kepada semua pembaca apoymadura.com. Selama ini apoymadura.com mengawal pemberitaan yang seimbang tentang peristiwa yang ada di Sumenep. Memang ada pembaca yang menanyakan apakah apoymadura.com milik Hairul Anwar. Saya katakan dengan tegas, “Tidak!”.  Media online ini berdiri atas kerja sama dengan beberapa rekan yang peduli dengan dunia pers. Kenapa pemberitaan tentang Hairul Anwar sangat mendominasi halaman apoymadura.com? Itu karena kehendak dari Hairul Anwar sendiri yang sering memberikan kabar kepada pribadi saya. Terus penting bagi saya untuk memberitakannya karena dia akan melaju ke putaran Pilkada Sumenep yang akan datang. Kalau ada diantara Anda yang mau berbagi kabar, tentu dengan senang hati apoymadura.com akan mempublikasikan berita itu. Caranya harus memenuhi unsur 5 W +...

Riak Anti Pemerintah

Gambar
Opini: Yant Kaiy Faktor kesenjangan sosial, peraturan yang tidak pro rakyat kecil, penindasan, dan kesewenang-wenangan pejabat publik menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Segudang kekecewaan dari rakyat menumpuk di pikirannya. Sehingga nuansa rasa tidak percaya kepada pemimpinnya menjadi kian mengkhawatirkan. Lebih parah lagi tergores bibit kebencian yang mengerucut pada tindak kekerasan. Padahal pejabat publik sejatinya melayani masyarakat sebaik mungkin. Karena baju, celana, sepatu, dan segala kebutuhan hidupnya diperoleh dari tetesan keringat rakyat. Kita tahu pejabat negara itu yang membayar rakyat, tapi kemudian kenapa mereka paling kuasa terhadap segala-galanya. Kita sadar yang membayar pekerja adalah tuannya. Gaji pejabat itu dari rakyat. Berarti rakyat adalah tuannya. Namun mengapa implementasinya justru kebalikannya. Lalu orang-orang yang teraniaya karena pelayanan pejabat publik, tersakiti karena keadilan tidak berpihak pada yang benar, keberadaa...