Postingan

Menampilkan postingan dengan label Utama

Keren! SDN Panaongan 3 Lestarikan Bahasa Madura Lewat Pengeras Suara

Gambar
PASONGSONGAN -- SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali mencuri perhatian publik lewat inovasi unik dan penuh makna budaya yang digagas kepala sekolahnya, Agus Sugianto. Kamis (21/5/2026).  Sosok yang dikenal ikonik dengan blangkon khasnya itu kembali menghadirkan gebrakan baru setelah sukses menjalankan program "Ba’cateng" (Ngamba’ Kanca Dateng), yakni kegiatan penyambutan siswa di gerbang sekolah oleh guru dan murid piket setiap pagi. Kini, sebelum kegiatan Apel Kelas dimulai, suasana pagi di SDN Panaongan 3 terasa semakin berbeda.  Dari pengeras suara sekolah terdengar lantunan pengumuman menggunakan bahasa Madura halus yang disampaikan langsung oleh salah satu siswa. "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Ngatore pangaoningan. Kaatora dha’ sadaja mored dhari kelas 1 sampe kelas 6, eyatore kaangguy anggun eyadha’na kelas bang-sebanga, karana badhi epasamaktaagi sareng se nyeppowe kelas. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.” P...

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, KKG Gugus 2 SD Pasongsongan Gelar Seminar Anti-Bullying

Gambar
PASONGSONGAN – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 SD Kecamatan Pasongsongan sukses menyelenggarakan seminar pendidikan dengan tema “Sekolah Aman, Hati Nyaman Tanpa Bullying”. Kamis (21/5/2026).  Kegiatan yang ditempatkan di SDN Padangdangan I ini jadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Seminar ini menghadirkan dua praktisi pendidikan sebagai narasumber, yaitu Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd. (Guru SRT 49 Sumenep) dan Amilia Rahma Sania, S.Pd. (Guru SMPN 2 Sumenep).  Keduanya mengupas tuntas strategi pencegahan perundungan (bullying) serta pembangunan ekosistem sekolah yang inklusif. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, antara lain: Agus Sugianto, perwakilan KKKS Kecamatan Pasongsongan sekaligus Kepala SDN Panaongan 3, pengurus KKG Gugus 2, seluruh Kepala SD Negeri dan Swasta se-Gugus 2, seluruh jajaran guru di lingkungan Gugus 2 Kecamatan Pasongsong...

Gugus 2 Pasongsongan Gelar Seminar Cegah Bullying di Sekolah

Gambar
PASONGSONGAN – Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan menggelar seminar pendidikan bertema “Sekolah Aman, Hati Nyaman Tanpa Bullying” di SDN Padangdangan I, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (21/5/2026).  Acara yang dihadiri oleh pengurus KKG, serta seluruh kepala sekolah dan guru se-Gugus 2 ini bertujuan memperkuat komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Seminar ini menghadirkan dua narasumber: 1. Denny Rohmy Wahyuni, S.Pd (Guru SRT 49 Sumenep): Menekankan pentingnya membangun empati dan nilai kemanusiaan pada siswa sejak dini. 2. Amilia Rahma Sania, S.Pd (Guru SMPN 2 Sumenep): Menegaskan bahwa penanganan bullying membutuhkan kolaborasi antara guru, kepala sekolah, orang tua, dan siswa. Perwakilan KKKS Pasongsongan, Agus Sugianto, serta Ketua KKG Gugus 2, Ririn Rahmawati, kompak mengapresiasi kegiatan ini.  Mereka berharap materi seminar mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan bullying bisa langsung diterapkan oleh para guru sebagai u...

Aoleng! Saat Badan Jalan Raya Pasongsongan Berganti Jadi Pasar Tumpah

Gambar
Setiap hari Sabtu dan Selasa pagi, sebuah potret menyedihkan sekaligus menguji nyali tersaji di sepanjang jalan raya Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.  Aoleng (pikiran jadi pusing)! Alih-alih jadi jalur transportasi yang aman dan lancar, fasilitas publik ini berubah menjadi panggung semrawut akibat fenomena "pasar tumpah".  Keberadaannya kini bukan lagi sekadar pusat perputaran ekonomi, melainkan sumber frustrasi, pemicu tingginya tensi emosi pengendara, hingga ancaman nyata bagi keselamatan nyawa. Ada tiga titik utama yang jadi pusat kesemrawutan ini.  Di Desa Pasongsongan, kemacetan parah rutin terjadi di dua lokasi, yakni di depan BRI Pasongsongan dan kawasan simpang tiga Pasar Pao.  Sedangkan di Desa Panaongan, pemandangan serupa terlihat jelas persis di depan Kantor Kecamatan Pasongsongan.  Tiga titik ini mendadak lumpuh setiap kali hari pasaran tiba. Ironisnya, kekacauan ini terjadi bukan karena ketiadaan fasilitas.  Pemerintah sebenarnya tel...

Mengurai Benang Kusut Pasar Tumpah Pasongsongan: Hak Jalan yang Terampas dan Pembiaran yang Akut

Gambar
Setiap hari Sabtu dan Selasa pagi, sebuah ritual menyedihkan sekaligus menguji nyali rutin terjadi di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.  Alih-alih jadi pusat perputaran ekonomi yang tertib dan menguntungkan semua pihak, kehadiran pasar tumpah di Desa Panaongan dan Desa Pasongsongan justru berubah menjadi momok yang mengerikan bagi pengguna jalan.  Keberadaannya kini sungguh menyedihkan dan memprihatinkan. Bayangkan saja, dalam satu jalur kecamatan, terdapat tiga titik kemacetan parah yang beroperasi hampir bersamaan.  Di Desa Pasongsongan, kemacetan mengular di dua titik utama: di depan BRI Pasongsongan dan di simpang tiga Pasar Pao.  Sementara di Desa Panaongan, pemandangan serupa bergeser ke depan Kantor Kecamatan Pasongsongan.  Tiga titik ini sukses mengubah jalan raya menjadi lautan egoisme seketika matahari terbit. Akar masalahnya sudah jadi rahasia umum, tapi seolah dibiarkan tanpa solusi konkret.  - Pertama, ulah sebagian pedagang yang berju...

Tanamkan Nasionalisme, SDN Padangdangan 2 Tekankan Pentingnya Kedisiplinan Sejak Dini

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan khidmat. Senin (18/5/2026).  Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan staf sekolah ini bertujuan menanamkan rasa nasionalisme serta membentuk karakter disiplin sejak dini. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Zainuddin, S.Pd., memberikan motivasi dan arahan khusus kepada para peserta didik. "Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu, tapi bagaimana kita konsisten dalam belajar dan menghargai waktu yang ada. Disiplin adalah kunci utama dalam menuntut ilmu," ujar Zainuddin dalam arahannya. Lebih lanjut, Zainuddin juga mengingatkan para murid mengenai pentingnya mempersiapkan mental sebelum ke sekolah.  "Kesuksesan belajar sangat dipengaruhi oleh niat yang tertanam di dalam hati sejak dari rumah," selanya. Melalui momentum upacara ini, pihak SDN Padangdangan 2 berharap para siswa bisa mengimplementasikan n...

Upacara Bendera SDN Padangdangan 1: Pembina Tekankan Kesiapan Semester Genap dan Pembentukan Karakter Siswa

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan penuh khidmat. Senin (18/5/2026).  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tenaga kependidikan ini berlangsung di halaman utama sekolah. Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Indrayani Suci Lestari, S.Pd.   Dalam amanat singkatnya, ia memberikan motivasi sekaligus evaluasi penting demi kemajuan kualitas belajar mengajar di lingkungan SDN Padangdangan 1. Ada dua poin utama yang menjadi sorotan dalam amanat Pembina Upacara kali ini: 1. Kesiapan Menghadapi Semester 2 (Genap) Memasuki paruh kedua tahun ajaran, Indrayani menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik para siswa. Ia mengingatkan bahwa materi pelajaran di semester genap ini akan semakin menantang, terlebih bagi kelas tinggi yang akan menghadapi asesmen. "Semester dua ini adalah penentu kenaikan kelas. Saya berh...

Menakar Ego di Jalan Raya: Potret Menyedihkan Pasar Tumpah Pasongsongan

Gambar
Kecamatan Pasongsongan dikenal sebagai salah satu wilayah yang dinamis di Kabupaten Sumenep.  Tapi, setiap hari Sabtu dan Selasa, kedinamisan itu berubah menjadi momok yang menguji kesabaran.  Pasar tumpah yang digelar di Desa Panaongan dan Desa Pasongsongan kini kondisinya sungguh menyedihkan.  Alih-alih jadi pusat perputaran ekonomi yang tertib, keberadaan pasar ini justru menjelma menjadi titik rawan yang merenggut hak-hak para pengguna jalan. Skenarionya selalu sama setiap pekan: kemacetan mengular, klakson bersahutan, dan tensi emosi para pengendara meninggi.  Mengapa fasilitas publik yang krusial seperti jalan raya harus dikorbankan demi ego segelintir pihak? Ketika Badan Jalan Beralih Fungsi Akar masalah dari kacaunya kondisi ini adalah hilangnya fungsi utama jalan raya.  Seolah tanpa beban moral, sebagian pedagang berjualan "seenak dengkulnya" dengan menggelar lapak hingga memakan badan jalan.  Fenomena ini otomatis memicu efek domino. Ketika lapak ...

Tingkatkan Kedisiplinan, SDN Padangdangan 1 Tekankan Ketertiban Parkir Sepeda dan Persiapan Perpisahan Kelas VI

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan penuh khidmat. Senin (11/5/2026).  Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf tata usaha ini jadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai evaluasi dan agenda sekolah. Bertindak sebagai Pembina Upacara pada kesempatan kali ini adalah Ririn Rahmawati, S.Pd. Dalam amanat singkatnya, ia memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan sekolah, salah satunya terkait penataan parkir sepeda milik siswa. "Ketertiban dan keindahan sekolah adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta kepada seluruh siswa yang membawa sepeda ke sekolah agar memarkirkannya dengan rapi di tempat yang telah disediakan. Jangan ada lagi sepeda yang diparkir sembarangan karena hal itu mengganggu kenyamanan dan estetika sekolah kita," tegas Ririn dalam arahannya. Persiapan Menuju Kelulusan Kelas VI S...

Memutar Ulang Waktu di Pasongsongan: Secangkir Kopi Nostalgia Bersama Aji Lahaji

Gambar
Pada medio Maret 2026 yang lalu membawa angin yang berbeda di kediaman saya di Pasongsongan, Sumenep.  Di pertengahan bulan itu, sebuah ketukan di pintu menjelma jadi mesin waktu yang melemparkan ingatan saya jauh ke belakang, tepatnya 28 tahun yang lalu.  Tamu yang datang bukanlah orang asing, melainkan Aji Lahaji—seorang kawan lama, musisi, dan kini seorang pendakwah—yang datang beranjangsana bersama seorang rekannya. Melihat sosoknya yang kini lebih sering menghabiskan waktu di Jakarta, ingatan saya langsung melayang ke tahun 1998.  Sebuah tahun yang riuh, penuh gejolak, dan menjadi saksi awal mula persahabatan kami di sebuah sudut ibu kota: Gang Siaga, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Gang Siaga 1998: Ruang Mimpi Anak Muda Pada tahun 1998, Gang Siaga adalah saksi bisu dari pergulatan hidup kami sebagai anak muda yang sedang menjemput takdir.  Saat itu, Aji adalah seorang pemuda kelahiran Sumenep yang sedang berjuang meniti karier sebagai biduan spesialis dangdut....

Meneladani Agus Sugianto: Totalitas Pengabdian dan Jangkar Kolaborasi Pendidikan di Pasongsongan

Gambar
Dunia pendidikan di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, adalah sebuah ekosistem yang dinamis.  Di dalamnya, ratusan guru dari jenjang TK/RA hingga SMA/MA—baik di sekolah negeri maupun swasta—berjuang setiap hari demi masa depan generasi penerus.  Di tengah tantangan administrasi dan kurikulum yang terus berubah, kehadiran sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan merekatkan komunikasi antarlini menjadi sangat krusial.  Sosok itu, bagi banyak pendidik di Pasongsongan, melekat erat pada diri Agus Sugianto. Nama Agus Sugianto bukanlah nama yang asing.  Sebagai Kepala SDN Panaongan 3, dedikasinya tidak lagi terbatas pada pagar sekolah yang dipimpinnya.  Ia telah melangkah lebih jauh, menjadikan dirinya sebagai bagian dari denyut nadi pendidikan di seluruh pelosok kecamatan. Totalitas Tanpa Batas Waktu untuk Kemajuan Pendidikan Salah satu alasan utama mengapa nama Agus Sugianto selalu muncul di setiap lini adalah totalitasnya yang tanpa batas.  Pria dengan ...

Syiar Al-Qur’an di Pasongsongan: Santriwati PP Annidhamiyah Gelar Tasmi’ Juz 30 dan Khatmil Qur'an

Gambar
PASONGSONGAN – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an menyejukkan suasana Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Kamis (14/5/2026).  Para santriwati dari Pondok Pesantren (PP) Annidhamiyah melaksanakan kegiatan Tasmi’ Hafalan Al-Qur’an Juz 30 sekaligus Khatmil Qur’an yang bertempat di kediaman salah satu santriwati, Fatilah Alfi Maghfirah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas hafalan para santri, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahim antar keluarga besar pondok pesantren dengan wali santri. Tuan rumah acara, Fatilah Alfi Maghfirah, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat menyambut kehadiran rekan-rekan seperjuangannya di pesantren. Ia mengungkapkan bahwa momen ini sangat berarti bagi keluarganya. "Saya sangat senang karena semua rekan santriwati bisa bersilaturahim langsung ke rumah dan bertemu keluarga. Kehadiran teman-teman memberikan keberkahan tersendiri bagi kediaman ...

Menghapus Batas Administrasi demi Masa Depan: Belajar Gotong Royong dari Sempong Barat

Gambar
Kabupaten Sumenep dan Pamekasan mungkin dipisahkan garis batas peta administrasi yang tegas. Tapi, bagi warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, garis di atas kertas itu sama sekali tidak berlaku ketika dihadapkan pada urusan kemanusiaan, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka. Baru-baru ini, sebuah aksi swadaya yang luar biasa terjadi. Warga Dusun Sempong Barat secara sukarela turun ke jalan, mengayunkan cangkul, dan patungan membeli material untuk memperbaiki jalan perbatasan. Jumat (15/5/2026). Uniknya, jalan rusak yang mereka perbaiki itu secara legal-formal sebenarnya masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, yang notabene adalah wilayah Kabupaten Pamekasan. Aksi ini sekilas melahirkan tanya: Mengapa warga Sumenep yang harus repot-repot memperbaiki jalan di wilayah Pamekasan? Jawabannya sederhana, namun menampar kita semua: Kebutuhan nyata tidak mengenal birokrasi. Melintasi Batas demi Ilmu Alasan di balik kerelaan wa...

Demi Siswa Annidhamiyah, Warga Sempong Barat Gotong Royong Semen Jalan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Didorong oleh rasa kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan—khususnya para pelajar—warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki akses jalan perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.  Tapi, karena jalan ini jadi urat nadi aktivitas sehari-hari warga Dusun Sempong Barat, mereka memilih bergerak mandiri. Bagi warga Dusun Sempong Barat, sekat administratif tidak jadi penghalang untuk berbuat kebaikan.  Karena setiap hari, jalur tersebut padat dilalui oleh masyarakat Pasongsongan yang hendak menuju wilayah Pamekasan maupun sebaliknya. Melihat kondisi jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan, warga akhirny...

Inspiring! Warga Sempong Barat Sumenep Hidupkan "Song-osong Lombhung" Perbaiki Jalan Perbatasan

Gambar
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Secara swadaya dan sukarela, mereka menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif tidak masuk dalam wilayah Sumenep.  Tokoh pemuda Dusun Sempong Barat, Maskur Prima, mengungkapkan bahwa akses jalan yang mereka benahi itu justru berada di wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Meski berada di wilayah kabupaten tetangga, warga Dusun Sempong Barat tidak ragu untuk turun tangan.  Hal ini jadi bukti nyata bahwa sekat administratif sama sekali tidak melunturkan nilai luhur "Song-osong Lombhung"—sebuah falsafah hidup masyarakat Madura yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.  Bagi warga, k...

Inspirasi Gotong Royong: Warga Sumenep Turun Tangan Perbaiki Jalan di Wilayah Pamekasan Demi Kepentingan Bersama!

Gambar
PASONGSONGAN - Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi ditunjukkan warga Dusun Sempong Barat, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).  Puluhan orang turun ke jalan untuk melakukan perbaikan jalan secara sukarela di area perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Aksi solidaritas ini bermula dari keprihatinan warga terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan seringkali menyulitkan mobilitas.  Uniknya, meskipun inisiatif berasal dari warga Sumenep, lokasi perbaikan jalan tersebut sebenarnya berada di wilayah administratif Kabupaten Pamekasan. Asmu'i, Kepala Dusun Sempong Barat, mengkonfirmasi hal tersebut. "Benar, posisi jalan yang kami perbaiki ini secara administratif masuk wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," terangnya saat ditemui di lokasi kerja bakti. Meskipun berbeda kabupaten, Asmu'i menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga ...

Wujud Gotong Royong, Warga Sempong Barat Sumenep Swadaya Perbaiki Jalan Perbatasan

Gambar
PASONGSONGAN – Demi kenyamanan dan keselamatan berkendara, warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menunjukkan aksi nyata peduli lingkungan. Jumat (15/5/2026).  Secara sukarela dan swadaya, mereka menggelar aksi gotong royong memperbaiki akses jalan yang rusak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan. Uniknya, infrastruktur jalan yang diperbaiki tersebut secara administratif sebenarnya bukan masuk dalam wilayah Sumenep.  Hal ini dikonfirmasi oleh Suklis, salah seorang staf perangkat Desa Pasongsongan. "Posisi jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya masuk wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan," terang Suklis. Meski demikian, Suklis menjelaskan bahwa inisiatif kerja bakti ini murni lahir dari kesadaran warga Sempong Barat.  Sebab, jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital dan saban hari ramai dilintasi oleh masyarakat dari wilayah Sempong Barat untu...

Belajar Filosofi 'Lilin Kecil' dari Blangkon Agus Sugianto: Mengapa Kolaborasi Harus Menumbangkan Kompetisi Egois di Sekolah Kita

Gambar
Di era modern ini, dunia pendidikan seringkali terjebak dalam arus kompetisi yang melelahkan.  Sekolah-sekolah berlomba-lomba memoles citra, memperebutkan calon peserta didik baru, dan saling sikut demi status "sekolah favorit".  Keberhasilan pendidikan telanjur diukur secara egois: seberapa megah infrastruktur lembaga sendiri dan seberapa mentereng prestasi internalnya.  Tapi, di tengah riuh-rendah kompetisi yang sarat ego sektoral itu, sosok Agus Sugianto hadir membawa perspektif yang sepenuhnya berbeda. Kepala SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep ini belakangan mencuri perhatian publik.  Bukan sekadar karena blangkon khas yang selalu melekat di kepalanya—yang kerap dianggap sebagai sekadar gaya nyentrik—melainkan karena isi kepala dan pola pikirnya yang mendobrak pakem arus utama. Dalam sebuah diskusi pemikiran yang tajam bersama redaksi apoymadura.com, sebuah gugatan yang sangat realistis dilayangkan kepada Agus.  Mengapa ia, sebagai ke...

SDN Prancak 3 Gelar Tour Religi: Meneladani Perjuangan Wali Songo sebagai Fondasi Karakter Siswa

Gambar
PASONGSONGAN – Suasana penuh khidmat dan semangat kebahagiaan menyelimuti rombongan siswa kelas VI SDN Prancak 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, saat melaksanakan tour religi ke makam Wali 5 di Jawa Timur. Kamis (14/5/2026).  Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah kurikulum luar ruangan yang dirancang untuk memperkuat akidah dan pemahaman sejarah Islam bagi para siswa. Tour religi ini jadi momentum penting bagi para siswa untuk memahami konsep tawasul dan menghormati jasa para ulama dalam menyebarkan syiar Islam di Nusantara.  Dengan didampingi Kepala SDN Prancak 3, Miftahul Ulum, M.Pd., serta para guru, siswa diajak merenungi nilai kesabaran dan keteguhan iman yang dicontohkan oleh para Wali Songo. Di setiap titik kunjungan, rombongan melakukan doa bersama dan pembacaan tahlil.  Hal ini bertujuan untuk membiasakan siswa mendoakan orang-orang saleh sekaligus mengingatkan mereka akan esensi kehidupan setelah mati (akhirat). Kepala...

Usung Tema Kelestarian Budaya, Lepas Pisah Siswa Kelas VI SDN Soddara 2 Bakal Tampilkan Seni Tradisional Sumenep

Gambar
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Soddara 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, tengah mematangkan persiapan menjelang perhelatan sakral tahunan Lepas Pisah Siswa Kelas VI.  Acara yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 30 Mei mendatang tersebut dipastikan tampil beda dengan mengusung misi besar penyelamatan dan pelestarian warisan leluhur daerah. Tahun ini, pihak sekolah sepakat mengangkat tema besar, yaitu "Pacu Semangat, Raih Cita-Cita, Lestarikan Budaya".  Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai refleksi komitmen lembaga pendidikan formal dalam menyeimbangkan antara capaian akademik siswa dengan penguatan karakter berbasis kearifan lokal (local wisdom). Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum lepas pisah tidak boleh hanya sekadar menjadi seremoni formalitas penyerahan siswa kembali kepada orang tua.  Lebih dari itu, acara ini harus mampu membekas jadi ruang apresiasi seni yang edukatif bagi seluruh wa...