Menghidupkan Mesin Organisasi: Catatan dari Lokakarya MWC NU Pasongsongan
Penulis (kiri) bersama pengurus MWC NU Pasongsongan. Menghadiri Lokakarya Perencanaan Program MWC NU Pasongsongan untuk masa khidmat 2026-2031 memberikan perspektif baru bagi saya. Rabu (8/4) 2026). Bertempat di Gedung KH Wahab Hasbullah, Jalan Ki Abubakar Sidik, Desa Panaongan, suasana diskusi terasa begitu hidup. Seluruh pengurus berkumpul, membawa semangat dan ide-ide segar demi kemajuan organisasi selama lima tahun ke depan. Tapi, ada satu realita menarik yang muncul ke permukaan saat kami mulai menyerap berbagai aspirasi program. Sebagus apa pun ide yang dilempar ke meja diskusi, semuanya bermuara pada satu titik krusial: kemandirian finansial. Filosofi Sopir, Kendaraan, dan Bensin Dalam diskusi tersebut, muncul sebuah perumpamaan sederhana namun sangat menohok. Mari kita ibaratkan organisasi ini seperti sebuah perjalanan: • Sopir adalah kita semua, para pengurus NU . • Kendaraan adalah wadah organisasi MWC NU itu sendiri. • Bensin adalah dana atau anggaran....