Cerpen MERAJUT IMPIAN MASA SILAM
Karya: Yant Kaiy Debur tak bisa lagi menyembunyikan perasaan cintanya terhadap Nana. Walaupun Debur tahu kalau Nana telah mempunyai suami. Dia tetap mengungkapkan segala isi hatinya tanpa ada yang tersisa. Ia pun tak tahu kalau akibat menuangkan unek-uneknya nanti bakal kecipratan malu. “Itu hanya nafsu kelelakianmu, Bur. Kamu tahu kalau aku mempunyai anak dua. Menikahlah kamu dengan perempuan lain. Tak baik kamu membujang terus. Masih banyak diluar gadis cantik menunggumu,” tegas Nana bijak. “Kamu benar dan aku tahu itu. Apa yang kukatakan, itulah sebenarnya isi hatiku. Aku tak bermaksud memaksamu, Na. Barangkali aku butuh waktu untuk bisa melupakanmu. Selama ini aku belum bisa menghapusnya. Belum bisa,” ujar Debur. Sengaja Debur mengajak ngobrol Nana di sudut ruangan lebar. Volume bicara mereka agak dikeraskan lantaran ada suara musik. “Sungguh, aku terharu mendengar kisahmu. Terima kasih banyak kau tetap menempatkan aku di posisi puncak hatimu. Aku mendoakanmu...