Puisi: Agus Sugianto
Kampungku Hilang
Seperempat abad kini berselang
Setelah pulang di rantau orang
Tak ada temaram
Di halaman teras depan
Karena gedung pencakar menakar sinar bulan
Hingga bias tak bisa menjalar
Lampu merkuri sebagai ganti
Tak ada nyanyian sunyi yang mati
Pokok mahoni berganti tiang tinggi
Dengan reranting penuh jeruji besi
Muraipun tak lagi sudi bernyanyi
Enggan sekali menyambut pagi
Kicaumu berganti derit baja karat
Yang lama tak pernah dirawat
Tak ada kicau murai
Udara segar terasa hambar
Pematang, ubi jalar dan pohon besar
Kini berganti tembok angkuh pabrik berdiri
Tak ada bocah main layang-layang
Petak umpet atau bola kasti
Yang ada hanya gudang
Pintu gerbang dan pagar besi
Bila ku tahu semua begini
Menyesal aku pulang kembali
Kampungku hilang kemana ku cari
Biodata:
Agus Sugianto, S.Pd, lahir di Sumenep pada tanggal
09 Mei 1973.Alumni STKIP PGRI Sumenep yang punya hobby membaca dan menulis,saat
ini menjadi guru di SDN Pasongsongan I Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep serta mengajar di Madrasah
Aliyah Itmamunnajah Pasongsongan – Sumenep.Berorganisasi merupakan salah
satu aktifitas lainnya,sehingga beberapa
jabatan kepengurusan di berbagai organisasi ia sandang.Penulis beralamat di
Dusun Benteng RT 02 RW 02 Desa Panaongan Kec. Pasongsongan Kab. Sumenep.Bagi
yang ingin menghubungi si pendiam penyuka warna ungu ini bisa menghubungi lewat
account facebook dengan nama Agus Sugianto atau email : agussugianto1991@yahoo.com.
Jangan
lakukan sebab jika tak inginkan akibat.Apa yang kau dapatkan hari ini adalah
akibat dari perbuatan sebabmu di hari kemarin.
